About Rendy Andriyanto

Assalamualaikumwarahmatullahiwabarakatuh

Akhirnya kalian penasaran sama gua juga sampai-sampai kalian beranikan diri masuk ke halaman ini hanya sekedar untuk mencari tahu lebih dalam tentang seorang Rendy Andriyanto, anak kecil yang buang ludah aja ga bisa sambil mingkem. Ok, gua salut sama keberanian kalian. Tapi yang paling penting dari sebelum membaca tentang Rendy Andriyanto ini elu musti siapin kopi 1 renceng ditemanin kacang goreng (jangan yang banyak gosongnya) kurang lebih 2 kilogram, kalo lebih ya bisa dijual lagi.

Ok, dimulai dari pertama. Nama gua Rendy Andriyanto biasa dipanggil Rendy, atau kalau kalian mau kalian bisa panggil gua dengan “heh”, “mad”, “cuy”, “bro”, “bray” yang penting jangan panggil gua pake gaya bicaranya master limbad, please itu orang yang paling gua sebel di dunia ini. Lah iya, cuma modal “hmmm...hmmm..hmmm”, sampe sekarang dia udah punya istri. Coba kita bayangin gimana caranya si master Limbad itu ngegombalin calon istrinya dulu, “hmmmm” susah kan dibayangin?

Lanjutttt.....

Rendy Andriyanto

Iya nama gua Rendy, gua lahir di desa Kutasari, tepatnya di kaki gunung Slamet Baturraden. Gua lahir di kehidupan yang cukup keras bray, walaupun gua masih punya dua orang tua tapi gua belum pernah sama sekali ngerasain disayang sama bapak, kecuali sama ibu. Faktor tersebutlah yang bikin ibu gua minta tolong sama tetangga gua namanya tante Yati tetangga sebelah rumah gua buat ikutan menyayangi gua layaknya orang tua gua sendiri. Tante Yati itu orangnya sangat brisik, rewel, cempreng, kalo ngomong suka seenaknya sendiri dan ahhh pokoknya brisik lah, tapi dia itu orangnya sangat baik bray. Tapi ada yang aneh, pas gua masih TK gua masih kena didikannya tante Yati, tapi kenapa malah kenapa gua jadi orang yang pendiem, orang yang malu, orang yang penakut, #kanngeselin. Kenapa ilmunya tante Yati ga turun ke gua layaknya turunnya sebuah wahyu.

Ah sudahlah ga usah dipikirin, yang penting sekarang buatlah kekuranganmu menjadi sebuah kelebihanmu...

Ya, seperti yang gua bilang di atas. Keluarga gua ini bisa dikatakan cukup brokenhome yah. Tapi, ada yang gua sangat senengin dari brokenhome gua masih bisa bersyukur, karena dengan adanya brokenhome ini gua masih bentak-bentak ortu gua sendiri, gua masih bisa ngebangkang sama ortu gua. Karena menurut gua dengan sering-seringnya kita dikeluarga saling bentak, saling marah, saling ngebangkang justru malah menjadi sebuah quality time yang ga boleh ditinggalkan dan dengan adanya bentuk marah-marah, bentuk pukul-pukulan sama keluarga, bentuk cubit-cubitan justru akan membuat rasa harmonis dalam keluarga akan semakin terasa hangat dan rasanya tuh kaya ada manis-manisnya gitu.

Masih penasaran dengan cerita gue selanjutnya, tetep pantengin blog gue yah ;) ^_^
About Rendy Andriyanto About Rendy Andriyanto Reviewed by Rendy Andriyanto on December 24, 2015 Rating: 5

No comments:

Powered by Blogger.