[RESENSI] Kehidupan Punk, Simbol Pemberontakan

the-punk
Judul: The Punk
Penulis: Gideon Sams
Penerjemah: Adhe
Penerbit: OCTOPUS
Tebal: xiv + 94 halaman
Cetakan Kesatu, 2017
Rating:

Sekilas info, ini adalah novel pertama kali yang saya resensikan setelah saya baca. Saya harap anda dapat maklum dan memberikan kritik serta saran yang mendukung pada kolom komentar di bawah ini. Keep in touch jangan lupa yah.


Bila kita mencari nama Gideon Sams di ranah pustaka, kita tidak akan banyak menemukan buku yang telah berhasil ditulis olehnya. The Punk inilah debutan karya pertamanya yang dirilis pertama kali oleh Corgi Books/Polytantric Press, 1977 /Alinea, 2004 sebanyak 500 eksemplar, dan inilah yang membuat Gideon Sams menjadi terkenal.

Namun, semuanya seperti terlambat, kekuatan eksplorasi diksi dan pengolahan kata yang belum banyak dikenal orang tidak akan bisa lagi digali oleh penulisnya lantaran ia telah meninggal dunia terlebih dahulu pada umur yang sangat muda, 26 tahun. Di umurnya yang hanya sampai 26 tahun, menjadikan novel The Punk ini novel pertama dan terakhir yang ditulis oleh Gideon Sams.

Yang paling menarik adalah novel ini ditulis olehnya pada saat Sams masih berumur 12 tahun, ditulis sebagai karya tugas sekolah dengan penuh analisa. Sams membuat novel ini sambil mencari pengetahuan dan berita musik dari majalah seperti NME dan Melody Maker.

Dimana pada saat Sams berumur 12 tahun, di Inggris, Punk sedang hangat dibicarakan menjadi masa-masa paling romantik. Band yang sangat didewakan pada waktu itu adalah Sex Pistols besutan Johnny Rotten bersama 4 teman lainnya. Menjadikan seorang jurnalis, Miriam Rivett menobatkan novel ini menjadi novel punk pertama dalam buku karyanya, "Punk Rock: So What? The Cultural Legacy of Punk".

Bahkan ibunya pernah menganggap bahwa novel adalah novel yang dapat menyelamatkan citra Punk di mata masyarakat meskipun ibu dan ayah dari Sams sendiri tak menyetujui jika Sams menjadi bagian dari Punk.

The Punk mengisahkan seorang anak muda bernama Adolp Sphitz yang selalu memakai celana jins kusut, sabuk berat, baju hitam, sepatu Dunlop, anting emas di telinga kiri dan anting di dua lubang hidungnya. Perjalanannya menjadi anak punk didasari oleh rasa gelisahnya tak memiliki masa depan serta jiwa pemberotakannya hingga akhirnya masuk ke dalam aliran punk meskipun kedua orang tuanya sebenarnya menginginkan ia menjadi polisi ketimbang anak nakal dan menjijikan tersebut.

Kehidupannya lebih banyak dihabiskan untuk menyaksikan pertunjukan musik punk rock yang berada di Covent Garden, The Roxy bersama keempat kawan dekatnya, Sid Sick, Bill Migraine, Johnny Vomit, dan Vince Violance. Mereka berlima adalah sekumpulan anak punk yang sangat membenci bintang/band yang dianggap tidak konsisten dan mau mengikuti pemerintahan yang kadang dianggap salah oleh anak Punk. Salah satu bandnya adalah The Who dan Led Zeppelin . Kedua band tersebut membicarakan tentang melawan sistem dan menentang kapitalisme tapi selalu berakhir hidup bahagia dan kaya raya.

Di kehidupannya yang tidak jelas itu, ibunya ingin Adolp mendapatkan pekerjaan yang lebih layak melalui bursa tenaga kerja. Setelah Adolp pergi ke bursa, akhirnya dia bekerja sebagai asisten di tempat pemotongan ikan dengan bayaran 24 pounds seminggu.

Anak-anak Ted (Singkatan dari Teddy Bear - sekelompok komunitas anti Punk) adalah musuh besar bagi Adolp. Tapi, melalui anak Ted tersebutlah Adolp bertemu dengan Thelma - seorang anak Ted pacar Ned (pria paling ganas di anak Ted) yang akhirnya menjadi anak Punk. Namun, kencan mesra antara Adolp dengan Thelma justru membuat suasana antar Punk dan Ted semakin rumit.


Meksipun dengan buku yang hanya memiliki 94 halaman ini dan "hanya" dianggap sebagai karangan fiksi, The Punk sangat mampu menceritakan kehidupan pemberotakan serta perlawanan dengan sistem kapitalisme.

Menurut saya, "karangan fiksi" ini tetap dapat dianggap sebagai catatan perjalanan dokumentasi masyarakat punk paling kompeten lantaran ditulis pelaku sejarahnya sendiri yang memang anak punk. Meskipun dalam narasinya, Sams hanya mampu menunjukkan sedikit sekali masalah utama anak Punk di dalam diri Adolp.
[RESENSI] Kehidupan Punk, Simbol Pemberontakan [RESENSI] Kehidupan Punk, Simbol Pemberontakan Reviewed by Rendy Andriyanto on June 28, 2017 Rating: 5

No comments:

Powered by Blogger.