Tuesday, August 16, 2016

Krikkkk krikkkk krik. Hai semuanya, semoga selalu dalam kabar yang baik, masih semangat menjalani hidup, tak pernah mengeluh terlalu lama. Hari ini Aku pengen ngomongin bisnis nih. Bisnis apa saja yang udah kalian lakuin? Aku ingin ngebahas beberapa bisnis yang udah pernah Aku lakuin. Mulai dari Aku masih SMP sampe Aku udah kuliah semester 5 ini. Jadi, siapin dulu kopi sama cemilannya, ceritanya sii ga panjang tapi sedikit ngantukin. OK let's Go!

Tuntutan didikan keluarga yang meminta untuk bisa mandiri sedini mungkin ngebuat Aku selalu mutar otak mikirin bisnis. Ga jarang bisa bikin badan Aku ngedrop trus tepar sakit. Pada jaman SD dulu, Aku udah mulai rajin ngebantuin bisnis orang tua di rumah, bisnis mereka adalah rental playstation, mulai dari PS 1 sampai PS 2.

Ga kaya anak-anak normal lainnya, tiap kali pulang sekolah, Aku ga bisa dan ga pengen kemana-mana, harus mulai stay di ruang tunggu rental PS pegang 5 remote TV dan siap-siap kalau misalnya ada yang mau main, pesen, atau ninggalin sisa waktu mereka bermain untuk dilanjutkan di esok hariya. Semua Aku lakuin dengan ikhlas dan tanpa bayaran, hanya saja ketika kebiasaan itu Aku lakuin setiap hari, maka sudah dipastikan uang jajan bakalan nambah 1000 perak. Lanjut sampai jam 4 sore, Aku harus wajib ngaji di TPQ Salsabila tepat di gang depan rumah Aku, kebetulan rumah Aku ada di pinggir jalan.

Hal yang paling Aku suka dari menunggu rental PS adalah Aku bisa main PS sepuasnya tanpa membayar kaya anak-anak lainnya. Karena jujur aja, banyak yang kepengen ada di posisi kaya Aku, bisa main PS sepuasnya tanpa harus dimarahin dan tanpa harus membayar seperpun, meskipun mainnya harus liat-liat dulu, kalau ada yang kosong barulah Aku main PS, kalau lagi penuh ya nasib berarti lagi untung, duit jajan bisa nambah. Sampai Aku SMP, Aku masih ngelakuin kebiasaan tersebut dan alhamdulilah jam buat Aku belajar di sekolah, di pengajian, dan di rumah tidak kepotong sama sekali, masih bisa ngerjain PR dan masih bisa aktif sekolah sama ngaji. Tapi, udah masuk ke SMP, Aku mulai mengerti keuntungan dari playstation selain untuk orang tua, yaitu main bola dan yang kalah harus bayar, satu gol harus bayar 1000 dan satu kartu merah harus bayar 2000.

Kadim, kadim adalah orang yang udah dewasa, dia sangat jago main bola di PS, dan dia adalah musuh bebuyutan Aku. hampir setiap hari, setiap sore hari sebelum jam 4 pasti Aku main sama dia. Usut punya usut, ternyata kadim itu udah tau cheat yang biasa dilakuin oleh pemain bola di PS, sehingga dia sering ngebohongin Aku. Hingga akhirnya, cheat itu belum Aku temukan, udah keburu Aku ketahuan sama orang tua kalau Aku judi sama Kadim. Jam 6 sore menjelang sholat maghrib, waktu itu lagi ujan gede, Aku kena tampar bapak, sakit banget. Dari situ Aku mulai ngendur semangatnya buat ngejagain rental PS lagi.

Masuk ke STM, Aku mulai bisa ngeliat kesempatan lain selain ngejagain rental PS, yaitu buka bisnis kopi, rokok sama jajanan ringan. Mulailah dengan modal 200ribu minta ke orang tua, kumulai bisnis tersebut sampai bisa ngehasilin penghasilan minimal 50ribu dalam satu hari. Tapi, karena kesibukan sekolah STM dan ngerjain tugas STM, warung bisnis pertamaku kutinggalkan dan akhirnya ditungguin oleh orang tua. Karena mungkin mereka udah cape, akhirnya bapak marah dan membuang semua jajanan yang ada di meja warung mungilku. Sedih! Dari itu Aku mulai marah dan bingung musti ngapain. Akhirnya sempat untuk tidak memikirkan bisnis lagi. Kerjaannya cuma 3M (main, main dan main) pulang larut malam, hingga menjadi anak badungan.

Memasuki kelas 3 STM semester akhir. Aku mulai menyadari ada keminatan dan skill yang kupunya lagi. Berbekal jurusan Teknik Komputer dan Jaringan yang Aku ambil di STM, akhirnya Aku mulai memberanikan diri untuk membuka service komputer, laptop dan printer (waktu itu namanya Berkah Computer) sampai sekarang sii sebenarnya namanya masih Berkah Computer, tapi udah jarang aktif. Gagal lagi, gagal lagi. Bisnis servis gagal gara-gara ada client yang bikin Aku bad mood, masa Aku udah servis bener-bener printernya trus besoknya rusak gara-gara salah pemakaian tapi Aku yang kena marah, sampai si ibu tua itu bilang, "apa sengaja dirusakin biar sering dipanggil kesini?", kampret, ga banget bu  lah. Tapi aku ga bisa mbentak, mau gimana lagi dia itu client Aku.

Lulus dari STM, sebenarnya Aku pengen kerja, dan sudah kerja di toko percetakan sticker dan skotlait El-Quirazh Production namanya. Waktu itu gajiku cuma 120 dalam seminggu, tapi itu hasil jerih payahku kerja, so aku masih senang-senang aja. Yang penting masih bisa ngasih ke ortu, alhamdulilah, ibuku sangat senang kalau Aku kasih uang 50 ribu pas setiap kali gajian. Sudah nyaman dengan pekerjaan itu, meskipun gajinya tidak seberapa, tiba-tiba kakak aku yang nomor 3 (mas Ian) meminta Aku untuk memilih kuliah aja di ST3 Telkom Purwokerto di jurusan S1 Informatika. Seneng-eneng ragu sii, ana otak udah ga mau mikirin sekolah lagi pula. Tapi bermodalkan kata-kata motivasi yang Aku  dapetin dari orang-orang yang udah sukses, akhirnya kuputuskan untuk kuliah terlebih dahulu.

Alhamdulillah awal masuk kuliah Aku dapet laptop spek dual core pertamaku, riang gembira tak bisa diungkapin sama raut muka. Laptop itulah yang menjadi modal awalku membuat Blog dan membuat sistem informasi ataupun aplikasi sederhana. Setiap hari, Ya! Setiap hari! Setiap malam aku mulai duduk di depan laptop untuk membuka blogger.com dan sejenak menulis tentang tips-tips komputer dan laptop hingga akhirnya bisa mendapatkan pengunjung sampai 49 dalam sehari. Tapi, mungkin aku terlalu semangat dan optimis, ketika ku mulai mengenal adsense, Aku mencoba untuk mendaftarkanya dan ditolak! Sakit! Hingga pada akhirnya Aku ngeblog hanya fokus untuk adsense, adsense, dan adsense tanpa memikirkan konten yang ada di dalamnya. Terlalu memusingkan adsense, blog akhirnya terbengkalai dan juga tidak bisa mendapatkan akun adsense full approved. Dari sini, Aku memutuskan untuk mulai berbisnis pulsa biar nantinya bisa membeli domain pakai uang sendiri. Dengan bermodalkan uang 200 ribu, Aku deposit pulsa. Tapi, keinginan membeli domain pakai uang hasil jerih payah jualan pulsa itu gagal, karena modal buat deposit abis gara-gara banyak banget yang ngutang. Beuh!

Sampai saat ini, jika dihitung mungkin Aku sudah pernah membuat lebih dari 10 Blog. Ironisnya, cuma satu blog aja yang bertahan sampai sekarang. Alhamdulillah, blog itu bisa menarik pengunjung organik dalam satu hari lebih dari 300 pengunjung. Sampai pada akhirnya, Aku bertemu dengan teman blogger lagi di kampus, namanya Irham. Si Irham ini orangnya super baik. Singkat cerita, akhirnya Aku dimodalin buat beli domain TLD seharga 120 ribu. Terimakasih mas irham. Meskipun begitu, namun rasa syukurku masih kurang, karena di blog itu masih belum terpasang script iklan dari adsense. Apa daya, blog ga terurus, alhamdulillah pengunjung masih konsisten.

Satria Wibowo, itu nama temen yang kini aku tumpangi script iklan adsense. Dia orang pasar wage Purwokerto. Alhamdulillah, kini blognya hampir setiap 2 bulan sekali mendapat gaji 20 - 40 dollar.

2 comments

Lumayan yak .. 20 dolar sebulan

REPLY

Alhamdulillah, pak
InshaAllah saya tingkatkan lagi

REPLY

Rendy Andriyanto . 2017 Copyright. All rights reserved. Designed by Blogger Template | Free Blogger Templates