Sunday, January 17, 2016

Assalamualaikum

Salam hangat sehangat seduhan pertama kopi hitam buatan sheila anak tetangga. Perkenalkan nama Aku Rendy Andriyanto, lahir dari keluarga jawa. Kebetulan ibu Aku asli orang Purwokerto, dan ayahku asli orang Jakarta, karena menuruti permintaan sang ibu, ayah rela meninggalkan Jakarta dan rela hidup bersama ibu di Indonesia.

Berkat ayah dan ibu Aku, terlahir lah di dunia ini 2 wanita pintar dan mulia serta 2 anak laki-laki yang siap membahagiakan mereka dan menjadi penggerak perubahan dunia yang lebih maju.

Rendy Andriyanto Anak Terakhir
Aku, Ponakanku, dan Kakak Perempuanku
Aku, Rendy Andriyanto, terlahir dari keluarga ini dengan status yang Aku bawa adalah anak terakhir / anak bungsu / anak bontot. Terlahir sebagai anak bungsu membuat Aku boleh berbangga kepada diri sendiri, karena setidaknya dengan melahirkan Aku, kedua orang tuaku akhirnya sadar kalau Aku ini adalah anak yang paling pas, paling baik sehingga mereka tak mau lagi membuat anak baru. Yang paling penting, bayanganku menjadi anak terakhir itu jadi anak yang paling disayang, jadi anak yang paling dimengerti oleh keluarga, tapi dunia menjawab, TIDAK!

Menjadi anak terakhir justru menjadi anak yang paling sering disuruh

“Rendy, belikan ibu cabe 3 kilo, jangan pake motor!,”
“Rendy, masukin motornya kakak sanah cepet!,”
“Rendy, benerin genteng yang bocor ituh!,”
“Rendy!!!,” “Rendy!!,” “Rendy!,”

Sumpah, Aku cape banget kalo ndengerin yg kaya gituan, seakan akan bumi berbisik kepadaku, “Tidur aja ren, tiduran aja disini,” dan paling sebel kalo disuruh pas lagi jam 12 siang, ga kebayang panasnya gimana, trus matahari sambil ketawa jahat ngomong, “hahahaha Aku sedang mengerahkan seluruh tenagaku untuk menerangi bumi ini, rendy malah keluar haha,”. Itulah sebabnya kenapa Aku jadi anak yang paling hitam di keluarga ini.

Jadi anak terakhir bener-bener ga enak, sumpah. Kalian yang orang jawa pasti tahu istilah “lungsuran” atau dalam bahasa Indonesia itu istilah “pemberian/warisan”. Ya, lungsuran dalam bahasa Jawa adalah pemberian barang-barang yang sudah dipakai atau bekas dari orang yang lebih tua ke anak yang lebih dikecil umurnya.

Nyesel! Beribu nyesel! Tiap kali lebaran, tiap kali 3 kakak saya beli baju-baju baru, Aku selalu ditipu dengan, “Nih Ren, kamu pake baju kakak aja, kan masih bisa dipake lagi sama kamu,” “Nih Rendy, kamu pake sepatu mba aja kan masih cocok dipake kamu,”.

Gila! Aku disuruh pake sepatu mba yang warna putih pink berhias bunga-bunga kecil di sisi sampingnya?? Jijik!.

Aku juga Gobl*k, kenapa juga mau ditipu barang-barang baru yang mereka kasih ke Aku dan Aku dipaksa untuk menganggap semua itu adalah barang-barang baru, padahal ga punya aroma bau baru, sepatu juga udah nginjek t*i, celana juga udah rusak resletingnya, gimana?! Gimana kalo nanti aku pake celana itu trus burung aku terbang?!? Masa depanku hilang kakakkkk!!!???

Rendy Andriyanto . 2017 Copyright. All rights reserved. Designed by Blogger Template | Free Blogger Templates