Untuk Menghargai Waktu Tidur

Sekilas cerita singkat Saya. Sebagai mahasiswa teknik informatika di STT Telematika Telkom Purwokerto, begadang dan menunda waktu tidur bagi Saya adalah suatu hal yang lumrah dilakukan. Mengingat tugas pekerjaan rumah yang sangat banyak dan harus dikerjakan sesuai deadline yang sudah ditentukan. Ditambah dengan urusan kerja rumah yang selalu diburu-buru oleh para konsumen. Namun, kini Saya rasa Saya harus rubah pola hidup ini untuk meningkatkan produktivitas pembelajaran dan pekerjaan Saya.

Hidup dalam sehari ada 24 jam yang berarti itu ada kurang lebih 1440 menit dan bila dirubah menjadi detik berarti ada kurang lebih 86400 detik. Ah maaf matematika Saya kurang mumpuni, tolong hitung lagi perhitungan hal tersebut di atas. Kini, ada berapa waktu yang Anda habiskan untuk tidur dalam satu hari. Apakah hanya 4 jam, atau hanya tidur 6 jam dalam sehari, atau Anda sudah mengikuti petunjuk dokter dan iklan-iklan selebaran dan di televisi yang menganjurkan untuk tidur 8 jam perhari. Saya rasa hanya segelintir saja orang yang menjawab tidur selama 8 jam perhari. Tenang Anda tidak sendirian, Sayapun tak pernah tidur 8 jam perhari.

untuk menghargai waktu tidur
Mata ngantuk tiduran sambil nonton balveer, nonton bola, nonton mata lelaki, nontok dua dunia, nonton jejak paranormal, ah apapun itu yg jelas itu adalah tontonan tengah malam yg paling dicari, terutama oleh kaum lelaki. Alhasil mata tak jadi ngantuk lagi. Padahal sudah tahu kalau besok adalah hari berangkat kerja, berangkat kuliah, atau berangkat sekolah. Maka jangan heran kalau banyak orang yang berangkat pagi dengan mata sipit dan jalan sempoyongan.

Tidur adalah suatu hal yang paling mudah dilakukan tapi memiliki banyak sekali manfaat yang ada di balik terpejamnya mata pada malam hari. Terkecuali orang yang memang memiliki penyakit insomnia, oleh sebab itu wahai para penderita insomnia carilah artikel atau konsultasikanlah penyakit Anda kepada dokter yang Anda percaya, jangan biarkan insomnia mengikiskan umurmu.

Meskipun ada banyak orang di luar sana yang menyatakan orang yang susah tidur di malam hari atau biasa disebut pengidap insomnia adalah orang yang memiliki IQ tinggi, bukan berarti kita boleh atau harus begadang sampai pagi demi mendapatkan IQ tinggi secara instan. Mungkin bisa jadi orang insomnia yang memiliki IQ tinggi karena mereka bekerja, berkreasi pada malam hari mengasah otak untuk menciptakan ide hebat yang mampu merubah lingkungan sekitar, sangat berbeda dengan orang yang begadang tapi waktunya hanya dipergunakan untuk ngopi, ngobrol, sambil nonton mahabarata.

Dalam lagunya, raja dangdut pernah menyindir orang-orang yang selalu begadang menghabiskan waktunya tanpa melakukan suatu hal apapun. "Begadang jangan begadang, kalau tiada artinya," kutipan lagu Rhoma Irama.
Untuk Menghargai Waktu Tidur Untuk Menghargai Waktu Tidur Reviewed by Rendy Andriyanto on December 02, 2015 Rating: 5

1 comment:

Powered by Blogger.